PELUANG BISNIS GULA MERAH KHAS KEBUMEN
KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS GULA MERAH KHAS KEBUMEN
Disusun oleh :
NAMA
|
:
|
DWI ARIF S
|
NPM
|
:
|
15.02.9152
|
KELAS
|
:
|
D3 MI 04
|
KELOMPOK
|
:
|
B
|
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2015
Kata
Pengantar
Pertama-tama
penulis mengucapkan Puji Tuhan yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena hanya dengan Ridho nya penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini
sebagai pemenuhan dari Mata Kuliah Lingkungan Bisnis.
Dalam Karya
Ilmiah ini penulis membahas tentang sebuah peluang dalam berbisnis bahan
makanan yaitu Gula Merah khas Kebumen yang menjadi cirri khas kota ngapak
tersebut.
Penulis juga
mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan pihak-pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca.Karya Ilmiah ini terdapat banyak kekurangan baik yang
disengaja maupun tidak. Untuk itu saya menerima kritik dan sarannya demi
perbaikan selanjutnya.
BAB I Pendahuluan
ABSTARK
Melihat banyaknya warung makanan di Kota Yogyakarta dan
sekitarnya, pasti banyak membutuhkan bahan bahan makanan. Dengan itu peluang
usaha menjual Gula Merah khas Kebumen
menjadikan peluang mencari keuntungan besar. Kenapa harus gula merah bukan
bahan makanan makanan yang lain karena Gula merah diproduksi di rumah-rumah,
menjadi mata pencaharian utama warga ketika musim paceklik bagi nelayan dan
petani dating sehingga menghasilkan kulitas yang berbeda dengan lain nya.
Tujuan dan
Manfaat Penulisan
Adapun
manfaat dan tujuan dari penulisan ini :
1. Untuk menjadikan refrensi bagi para
pedangan atau warung warung dalam membeli gula merah
2. Untuk memperkenalkan gula merah khas
kebumen
3. Untuk menjadikan gula merah khas
kebumen menjadi gula merah kualitas unggulan
BAB II Pembahsaan
ISI
Petani gula
kelapa di daerah kabupaten Kebumen. Gula merah (gula kelapa) adalah salah satu
hasil alam khas kabupaten KEBUMEN, yg sudah di kenal luas khususnya di daerah
jawa.
Setiap pagi
nya, warga di pesisir Kebumen, Jawa Tengah, menghabiskan waktu nya untuk
mendulang air nira dari pohon kelapa untuk selanjutnya di jadikan gula merah. Salah
satu petani atau nelayan pesisir itu adalah Kasidin.
![]() |
| Petani Nira Kasidin |
Sebelum naik
ke pohon kelapa, Kasidin mengambil ember-ember cat sebagai wadah dan menuangkan
air gamping (air kapur), yang berfungsi membuat air nira yang nantinya
ditempatkan di ember-ember itu tetap segar. Para pendulang air nira ini disebut
oleh orang lokal sebagai penderes.
![]() |
| nira |
Memanjat
pohon kelapa merupakan keahlian alami yang dipelajari warga Kecamatan Ayah
sejak kecil. Para penderes biasanya naik pohon pagi hari ketika air nira keluar
lebih banyak.
![]() |
| Kasidin memanjat |
Air nira
yang berwarna putih ini lalu dikumpulkan untuk kemudian dimasak. Lima liter air
biasanya bisa menghasilkan sekitar lima kilogram gula merah.
![]() |
| Air Nira |
Proses
pembuatan gula merah membutuhkan tennaga dan waktu yg cukup lama, sebelum
menjadi gula merah petani harus terlebih dahulu mengambil air nira
(sajeng/badheg/legen)dari pohon kelapa(menderes/ mendewa), setelah air nira di
ambil, lalu air nira di masak menggunakan waja dan api selama kuranglebih 2-3
jam sampai air nira kental dan berwarna kunig ke mereh-merahan(semengka). lalu air
nira yg sudah kental/ sudah menjadi gula cair diankat dan di aduk(kebuk) selama
kurang lebih 20-30 menit, agar gula menjadi lebih kental dan mudah untuk di
cetak. setelah itu gula di cetak menggunakan cetakan dan di diamkan selama
10-15 menit agar gula dingin dan menjadi keras. apabila sudah keras gula di
pak(menggunakan karung) dan siap di jual.
![]() |
| Gula Merah khas kebumen |
BAB III Penutup
Kesimpulan
Dari
pembahsaan di atas gula merah di Kabupaten Kebumen , Jawa Tengan menjadikan
komonditas utama untuk penjualan gula merah. Dengan harga yang cukup bersaing
dengan gula merah lain nya tetapi gula merah kebumen memiliki ciri khas sendiri
dengan yang lain.
Referensi :
http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2014/04/140428_galeri_gula_merah






0 Komentar
Penulisan markup di komentar