SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2015
Kata Pengantar
Batik tulis merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah
mendunia. Berbagai daerah menghasilkan batik dengan ragam motif dan teknik yang
bermacam-macam, Kabupaten Kebumen merupakan salah satunya. Sebuah kebanggaan
bagi orang-orang yang suka dan cinta dengan karya anak bangsa. Batik Kebumen
sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, namun cerita sejarahnya masih simpang
siur. Batik Kebumen dikatakan beberapa media di bawa dari keraton Yogya. Akan
tetapi sebenarnya tidak ada bukti yang kuat tentang itu. Dari banyaknya
pengrajin Batik kebumen di pusat Batik Kebumen dari Desa Jemur, Seliling dan
Gemeksekti dusun Tanuraksan, semua Pengrajin Batik Tulis Kebumen tidak ada yang
tahu secara pasti awal Batik kebumen dibuat. Mereka semuanya kompak menjawab
bahwa mereka hanya membuat saja secara turun temurun dan tidak mengetahui
secara pasti.
BAB I Pendahuluan
ABSTRAK
Sejarah batik di Kebumen ada berbagai versi. Menurut cerita
dan beberapa sumber, cikal bakal batik tulis Kebumen dimulai pada abad ke-19.
Pada masa itu batik menjadi barang eksklusif bagi kalangan keraton. Keadaan itu
berubah ketika Pangeran Bumidirdjo membuka wilayah Kebumen dan memperkenalkan
batik kepada masyarakat.
Ada juga yang
menjelaskan bahwa pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-XIX yang
dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam antara
lain yang dikenal ialah Penghulu Nusjaf. Beliau inilah yang mengembangkan batik
di Kebumen dan tempat pertama menetap ialah sebelah Timur Kali Lukolo sekarang
dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau. Proses batik pertama di
Kebumen dinamakan teng-abang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir
dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-XX untuk membuat polanya
dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Motif-motif Kebumen ialah
pohon-pohon, burung-burungan. Bahan-bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon
pace, kemudu dan nila tom.
Mengenai corak batik
kebumen, awalnya berkiblat pada batik Jogja, namun kemudian hari batik kebumen
menemukan coraknya dengan filosofi dan kultur setempat. Dahulu, batik Kebumen
memiliki sejarah gemilang. Batik tulis yang hanya untuk jarik atau sinjang itu
hingga tahun 1970-an pernah merajai pasaran batik di daerah Kedu, Banyumas
hingga Lampung. Beberapa pengusaha batik pernah menjadi juragan pada zamannya,
antara lain di Desa Wonoyoso, Desa Watubarut, dan Desa Tanuraksan, semuanya di
Kecamatan Kebumen.
Pada tahun 1960 hingga
tahun 1980-an, batik tulis Kebumen mencapai masa keemasannya. Saat itu batik
tulis menjadi komoditas unggulan. Hampir seluruh wilayah di kabupaten ini
memproduksi batik tulis. Berdasarkan riwayat, batik asli Kebumen sebenarnya
hanya berpusat di beberapa desa, yaitu Desa Watubarut (Kecamatan Kebumen), Desa
Seliling (Kecamatan Alian), Desa Jemur (Kecamatan Pejagoan), dan di Kampung
Tanuraksan (Desa Gemesekti). Di Desa Watubarut yang menjadi cikal bakal usaha
batik tulis, aktivitas batik membatik kini benar-benar punah, lantaran tak ada
generasi penerus. Saat ini tinggal beberapa daerah saja yang masih bertahan dan
terus menghasilkan batik tulis, diantaranya adalah Desa Jemur, Seliling, dan
Gemeksekti.Menurut informasi dari Dinas Perindustrian Kabupaten Kebumen,
kira-kira terdapat sekitar 300 motif klasik khas Kebumen. Sebagian besar
bercorak flora, fauna, dan geometri. Dari segi warna, batik tulis Kebumen lebih
beragam daripada batik dari daerah lainnya. Selembar kain batik bisa mengandung
empat kombinasi warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, kuning, atau hitam.
Ada pula batik tulis dengan dominasi warna merah (bang-bangan) atau biru
(biron).
BAB II Pembahasaan
ISI
A. Motif Batik Kebumen
1. Asal-usul Motif Batik
Kebumen
Umumnya para perajin tidak mengetahui asal-usul dan makna motif batik yang
ia buat. Mereka hanya sekedar membatik karena turun temurun dari nenek
moyangnya ataupun sekedar meniru batik yang sudah ada dan berkembang di
Kebumen. Selain itu motif-motif batik yang saat ini berkembang di Kebumen
umumnya lebih bermakna artistik ketimbang bernilai filosofi yang bermakna nilai
moral dan harapan-harapan. Berdasarkan keterangan para perajin, sebagian besar
dari mereka tidak pernah mencoba mencari informasi mengenai asal-usul/sejarah,
siapa yang memberi nama dan makna dari motif batik yang ia buat. Mereka sekedar
mengikuti orang tua mereka dahulu dalam membatik.
2.
Motif Batik Kebumen
Menurut penuturan Ibu Salbiyah, motif batik Kebumen pada dasarnya ada tiga.
Yaitu merakan (burung merak), pelataran seperti daun-daunan yang lebar, dan
jagatan atau sekar jagat. Masih ada motif kombinasi yang bercorak lengkap,
yakni kawung, ada kawung uwer dan ada kawung jenggot. Untuk batik kawung
jenggot ini, sepintas terkesan porno. Menurut Muhtadin, yang dikenal sebagai
pengusaha batik dan juga sebagai ketua kelompok perajin batik “MEKAR SARI”,
warnanya agak berbeda dari batik lainnya, karena didominasi warna hitam, dan
ada perpaduan antara gambar alam dan manusia, termasuk jenggot atau jambang
lelaki. Kesannya seperti porno, kawung jenggotan, namun motif batiknya justru
menarik dan banyak digemari oleh para ibu zaman dulu. Untuk jenis motif ini
sangat langka, karena menurut penuturan Pak Muhtadin di desanya hanya ada satu
orang yang bisa membatik jenis Kawung Jenggot.
Motif merakan mudah dikenali dari ornamen bergambar burung merak, memanjang
dari kepala hingga ekor. Di ujung sayap yang panjang, ada warna melingkar
kecil-kecil. Corak pelataran juga begitu unik, yakni perpaduan gambar dedauan,
dan bunga-bungaan yang ada di halaman, atau pelataran rumah. Adapun motif sekar
jagat tergolong paling istimewa dan banyak disukai. Sebab motif ini
menggambarkan kombinasi seluruh isi alam, atau jagat raya ini. Ada pepohonan,
pemandangan alam, ada rumah, bahkan pagar rumah kadang muncul pada motif ini.
Dari ketiga motif batik khas Kebumen, yang dominan bertahan adalah corak
sekar jagat. Motif batik ini seakan menjadi trade mark batik
tulis Kebumen. Para kolektor batik juga memburu jenis itu karena terkesan
orisinil, dan kuat dalam motif dan warna.
Batik Kebumen jelas berbeda dengan keberadaan batik-batik di daerah
lain yang masing-masing memiliki latar dan pengaruh dari berbagai unsur,
sehingga batik dapat berkembang sebagai sebuah simbol budaya, adat istiadat dan
spiritual. Tentang Batik Kebumen, tidak terlacak pengaruh budaya dari mana,
karena semua mengakui bahwa keberadaan motif-motif yang berkembang berasal dari
pengaruh pengamatan indrawi para perajin sendiri. Batik Kebumen lebih
berkembang sebagai murni seni batik yang menekankan pada nilai artistik bukan
pada nilai makna dibalik sebuah gambar. Sehingga justru menunjukkan keunikannya
sendiri. Batik Kebumen yang berorientasi pada alam (ekologis), menggambarkan
masyarakat Kebumen yang bersahaja dan sangat menghormati kehidupan yang
ditawarkan oleh alam.
Menurut Ketua Paguyuban Batik Lawet Sakti Kebumen, H. Hamami Abdul Rohman,
motif batik Kebumen yang dibuat terinspirasi dari budaya Kebumen sehingga
muncul kekhasan warna dan coraknya. Rata-rata ide dasar pembuatan motif batik
berasal dari apa saja. Bisa dari alam sekitar seperti bunga yang tumbuh di
halaman, daun, makanan khas atau saat melihat corak batik yang menurutnya
bagus, lalu dia mengembangkan menjadi karya berbeda. Termasuk pewarnaan yang
digunakan adalah warna-warna khas Kebumen, seperti biru, merah, ungu, cokelat,
hijau dan kuning.
a.
Motif Kawung Jenggot
1. Asal-usul
Motif dasar dari kawung jenggot adalah motif kawung karena kawung jenggot
merupakan pengembangan dari motif kawung itu sendiri. Motif kawung konon
diciptakan oleh salah satu Sultan Mataram. Motif ini diilhami oleh sebatang
pohon aren yang buahnya kita kenal dengan kolang kaling. Motif ini dihubungkan
dengan binatang kuwangwung.
2.
Pemberi nama
Asal-usul motif kawung jenggot tidak diketahui pasti, namun kalau motif
asli kawung kemungkinan diberi nama oleh Sultan Mataram. Mengenai sejarah,
siapa yang pertama membuat atau siapa yang mencetuskan nama itu sampai saat ini
belum ada yang mengetahui. Perajin yang bisa membuat motif ini pun hanya satu
orang sehingga motif kawung jenggot termasuk motif yang langka. Kalau sejarah
secara umum dari motif kawung memang ada keterkaitan dengan keraton.
3.
Makna Motif Kawung
Pohon aren dari atas (ujung daun) sampai pada akarnya sangat berguna bagi
kehidupan manusia, baik itu batang, daun, nira, dan buah. Hal tersebut
mengisaratkan agar manusia dapat berguna bagi siapa saja dalam kehidupannya,
baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Makna lain
yang terkandung dalam motif kawung ini adalah agar manusia yang memakai motif
kawung ini dapat menjadi manusia yang ideal atau unggul serta menjadikan
hidupnya menjadi bermakna.
Motif batik kawung sendiri bergambar bunga pohon aren (buah kolang-kaling).
Motif batik kawung mempunyai geometris segi empat menurut kebudayaan Jawa
melambangkan suatu ajaran tentang terjadinya kehidupan manusia. Motif kawung
bermacam ragamnya diantaranya adalah kawung jenggot.
4.
Pendaftaran di HAKI
Motif ini belum dipatenkan, hanya baru diusulkan untuk dipatenkan.
Pertimbangan pembeli untuk membeli motif ini: karena unik dan langka. Motif
kawung jenggot ini motif yang langka dan jarang karena di Kebumen baru satu
orang yang bisa membuatnya sehingga jumlahnya terbatas.
b. Srikit
Asal-usul : belum diketahui asal usul motif ini. Motif
srikit konon berasal dari kisah Ratu Sirikit.
Pemberi nama :
tidak diketahui
Makna :
tidak diketahui
Pendaftaran di HAKI : belum di
ketahui
Pertimbangan pembeli
untuk membeli motif ini karena motifnya bagus dan motifnya penuh.
 |
Serikit sekar klasik ijem(tumpal)
|
c. Jagatan Kebumen/Sekar
Jagat
1.
Asal-usul
Mengenai asal-usul motif sekar jagat ini tidak diketahui. Motif ini sudah
sangat terkenal sejak jaman nenek moyang para pembatik Kebumen.
2.
Pemberi nama
Sama halnya dengan asal-usul yang sulit terlacak, pemberi nama motif ini
pun tidak diketahui.
3.
Makna
Motif Sekar Jagad mengandung makna kecantikan dan keindahan sehingga orang
lain yang melihat akan terpesona. Ada pula yang beranggapan bahwa motif Sekar
Jagad sebenarnya berasal dari kata “kar jagad” (Kar=peta; Jagad=dunia),
sehingga motif ini juga melambangkan keragaman diseluruh dunia. Motif ini
menggambarkan kombinasi seluruh isi alam, atau jagat raya ini. Ada pepohonan,
pemandangan alam, ada rumah, bahkan pagar rumah kadang muncul pada motif ini.
Motif Jagatan Kebumen menggambarkan keanekaragaman budaya etnis dan
kekayaan alam Kebumen. Motif batik tersebut berusaha merangkum beberapa
gambaran dari pantai, karang, burung, dan tumbuh-tumbuhan. Motif batik yang
berkembang lebih banyak disandarkan pada esensi artistik gambar yang berusaha
menggambarkan keanekaragaman alam dan budaya dalam selembar kain.
Pertimbangan pembeli untuk membeli karena dianggap motif khas Kebumen dan
mengandung kerumitan dalam pembuatan motif dan pewarnaannya. Selain itu
motifnya juga motif penuh dan tergolong motif klasik.
 |
| Jagatan pisang bali Jagatan Biron Jagatan pisang bali |
d. Motif Lain Batik Kebumen
 |
| Lapisan tumpal kupatan || Latar jagat buntal |
 |
| Latar jagatan orange || Latar kawung |
 |
| Latar kopi pecah || Latar kupatan bezy |
 |
| Kupatan tumpal kawung bezy || Kupatan bezy |
 |
| Latar batanan tumpal bubur senthebezy |
 |
| Sekaran sato tipas ukel tombel |
 |
Suluran tipas(bang-bangan)
|
 |
| Suruhan kupu latar limaran sanggan |
B. Pembuatan Batik Kebumen
1. Ketersediaan Bahan
Bahan-bahan pendukung untuk membatik di daerah Kebumen masih sangat sulit.
Hanya ada satu tempat untuk membeli bahan-bahan pembuatan batik. Namun diakui
para perajin, untuk membuat motif-motif yang sulit yang memerlukan pewarna yang
berkualitas dan lebih bervariasi harus memesan bahan pewarna dan malam
dari Yogya, Solo, atau Pekalongan.
2.
Proses Pembuatan
Untuk membuat motif jagatan atau srikit biasanya
memerlukan waktu yang lebih lama daripada batik lainnya. Waktu yang diperlukan
mencapai 1-2 bulan. Hal ini dikarenakan kerumitan dari motif serta proses
pewarnaan yang lama. Jika umumnya motif lain hanya dua kali pewarnaan,
sedangkan untuk motif jagatan dan srikit butuh empat kali proses pewarnaan.
Karena inilah harga untuk motif jagatan dan srikit lebih mahal. Selain itu,
lamanya proses pembuatan karena umumnya para perajin menjadikan kegiatan
membatik hanya sebagai kerjaan sambilan untuk mengisi waktu luang.
BAB III Penutupan
Kesimpulan
Kebumen
memiliki sejarah perkembangan batik yang sangat bermotif sehingga mempunyai
daya tarik sendiri bagi para peminat batik, sehingga perlunya promosi untuk
batik batik kebumen. Agar para pelaku bisnis batik kebumen mampu berkembang
lebih bersejahtera.
REFRENSI :